sejuknya udara menghamburkan suasana,
membangunkan beribu harapan dan impian,
tersimpan makna yang tersirat dan terselubung,
mentari pun terbit dari arah timur,
terlihat akan kristal pagi yang begitu bening sepeti suasa ribuan yang terbangun di pagi hari,
terhirup aroma segar dari pepohonan dan setetes embun,
menyiratkan arti kedamaian walau tak abadi,
berdiri ku memandang dengan pilu apa yang akan terjadi di esok hari,
apakah hari yang seperti ini akan terulang kembali?
kicauan burung merubah suasana hati yang gundah menyambut mentari yang meninggi dan kristal pagi yang mulai terjatuh,
rapuh jika mengingat kejadian kemarin yang semoga hari ini tak terulang kembali,
penuh harapan dan mimpi aku berdoa kepada Tuhan tuk melancarkan hari ini yang seindah embun,
walau hanya setitik embun, menandakan adanya kehidupan,
walau setitik embun, ia dapat bersinar ketika adanya mentari,
walau setitik embun, ia membawa kedamaian jika menghirup aroma di sekitarnya,
walau setitik embun, ia bisa memancarkan pesonanya sendiri. :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Blogger templates
Popular Posts
-
Kita memang pernah tertawa dan berbagi cerita bersama, Merasa duka yang berdeda, Menanam kepercayaan yang dalam, Keberhasilan yang di...
-
Tuhan,.. Sebelum berakhir massa ku, izinkanlah aku mencintainya... Dan sebelum aku meninggal nanti, aku ingin melihat senyum manisnya kep...
-
tak ada yang lain di hati ini selain dirimu, ku mencintaimu dengan cara ku sendiri, dengan menutup mata, telnga dan hati ini, rindu yang...
-
Rabun mata ini melihat keindahan yang lain, Sinar mata dari mu yang membuka mata dan menerangi jiwa ini, Dua jalan yang menjadi satu, ...
-
Secangkir minuman menemani nikmatnya berbincang bersama, Canda tawa yang hangat, Terasa lepas beban di dalam hati dan pikiran ini, S...
-
Kicauan burung di pagi hari bagaikan suara malaikat, Mentari yang cerah di hari ini, membangun kan semangat ku untuk melewati hari dengan...
-
Sudah sekian lama aku mengenalmu, sekian lama pula aku mendambamu, dan kini kita pun bersama yang ku harap untuk selamanya. Kata "c...
-
Rintikan air yang turun secara perlahan, Mulai membasahi bumi ini, Angin pun mulai membelai dedauan pohon dengan lembut, Hingga te...
-
9 bulan telah berlalu, 17 tahun pun kini aku bersama mu bunda… Teringat akan masa kesil dan di masa-masa sulitmu, Aku sangat berterim...
-
Kini aku tersesat oleh jalan yang aku pilih sendiri, Jalan yang tak akan ada kedamaian di hati, Terkadang hati ini berontakk untuk perg...
Mengenai Saya
- nisatekaje@blogspot.com
- tangerang, banten, Indonesia
- pahami diri sendiri sebelum menilai orang dan sebelum anda banyak bicara :)
puisi
pemirsa
Diberdayakan oleh Blogger.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar