sejauh jalan yang kau lewati tlah membuahkan setapak yang kau jalani,
hempasan angin kencang, terik matahari, dan kilau dunia,
di kala larut yang dingin kau menjadi penghangat,
di kala panas yang menyengat kau menjadi penyemangat,
ibu,
besar pengorbanan yang mungkin tak akan sanggup ku balas,
ku tak ingin air mata itu jatuh hanya karna anakmu ini yang tak tahu diri dan tak tahu berterima kasih,
ibu,
maafkan aku yang terlalu banyak melukai hatimu,
mendustai dirimu yang begitu suci dan mulia,
dirimu pelita di saat gelap,
dan kehidupan di saat semuanya runtuh.
terimakasih ibu :)
aku sayang sekali sama ibu untuk selamanya karna tak ada pengganti dirimu di dunia ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Blogger templates
Popular Posts
-
Kita memang pernah tertawa dan berbagi cerita bersama, Merasa duka yang berdeda, Menanam kepercayaan yang dalam, Keberhasilan yang di...
-
Secangkir minuman menemani nikmatnya berbincang bersama, Canda tawa yang hangat, Terasa lepas beban di dalam hati dan pikiran ini, S...
-
Tuhan,.. Sebelum berakhir massa ku, izinkanlah aku mencintainya... Dan sebelum aku meninggal nanti, aku ingin melihat senyum manisnya kep...
-
tak ada yang lain di hati ini selain dirimu, ku mencintaimu dengan cara ku sendiri, dengan menutup mata, telnga dan hati ini, rindu yang...
-
9 bulan telah berlalu, 17 tahun pun kini aku bersama mu bunda… Teringat akan masa kesil dan di masa-masa sulitmu, Aku sangat berterim...
-
Sudah sekian lama aku mengenalmu, sekian lama pula aku mendambamu, dan kini kita pun bersama yang ku harap untuk selamanya. Kata "c...
-
Rabun mata ini melihat keindahan yang lain, Sinar mata dari mu yang membuka mata dan menerangi jiwa ini, Dua jalan yang menjadi satu, ...
-
persahabatan yang akan terus utuh dan kokoh itu apabila kita memulainya dengan saling kepercayaan dan keterbukaan.. dengan adanya k...
-
Kicauan burung di pagi hari bagaikan suara malaikat, Mentari yang cerah di hari ini, membangun kan semangat ku untuk melewati hari dengan...
-
Rintikan air yang turun secara perlahan, Mulai membasahi bumi ini, Angin pun mulai membelai dedauan pohon dengan lembut, Hingga te...
Mengenai Saya
- nisatekaje@blogspot.com
- tangerang, banten, Indonesia
- pahami diri sendiri sebelum menilai orang dan sebelum anda banyak bicara :)
puisi
pemirsa
Diberdayakan oleh Blogger.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar