ku pandangi terbenamnya matahari di sore itu,
terlukiskan sebuah kisah yang amat mendalam,
terukir sebuah bayangan yang amat gelap,
mencoba tuk merubah seuatu imajisi dalam bentuk karya,
terdiam ku di dalam kesunyiam yang ku buat sendiri,
terpaut akan berbedanya kehidupan,
terpanah akan perbedaan jenis,
ku merenung dan tak ingin beranjak dalam suatu kesalahan,
terkikis seperti karang yang dahulunya kuat,
kini ku nagaikan pohon kecil di dalam hutan lebat,
semangat dan harga diri memang diperuntuhkan bagi yang ingin merubah suatu keadaan tapi tidak seprti ku,
mengeluh bukan yang terbaik karena percuma,
egois bukan cara untuk menang karena tak berguna,
mereka yang kuat lah yang tertawa dan aku yang lemah hanya bisa berpasrah dengan waktu yang akan datang karena tak mungkin aku terus menanti sebuah keajaiban.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Blogger templates
Popular Posts
-
Kita memang pernah tertawa dan berbagi cerita bersama, Merasa duka yang berdeda, Menanam kepercayaan yang dalam, Keberhasilan yang di...
-
Tuhan,.. Sebelum berakhir massa ku, izinkanlah aku mencintainya... Dan sebelum aku meninggal nanti, aku ingin melihat senyum manisnya kep...
-
tak ada yang lain di hati ini selain dirimu, ku mencintaimu dengan cara ku sendiri, dengan menutup mata, telnga dan hati ini, rindu yang...
-
Rabun mata ini melihat keindahan yang lain, Sinar mata dari mu yang membuka mata dan menerangi jiwa ini, Dua jalan yang menjadi satu, ...
-
Secangkir minuman menemani nikmatnya berbincang bersama, Canda tawa yang hangat, Terasa lepas beban di dalam hati dan pikiran ini, S...
-
Kicauan burung di pagi hari bagaikan suara malaikat, Mentari yang cerah di hari ini, membangun kan semangat ku untuk melewati hari dengan...
-
Sudah sekian lama aku mengenalmu, sekian lama pula aku mendambamu, dan kini kita pun bersama yang ku harap untuk selamanya. Kata "c...
-
Rintikan air yang turun secara perlahan, Mulai membasahi bumi ini, Angin pun mulai membelai dedauan pohon dengan lembut, Hingga te...
-
9 bulan telah berlalu, 17 tahun pun kini aku bersama mu bunda… Teringat akan masa kesil dan di masa-masa sulitmu, Aku sangat berterim...
-
Kini aku tersesat oleh jalan yang aku pilih sendiri, Jalan yang tak akan ada kedamaian di hati, Terkadang hati ini berontakk untuk perg...
Mengenai Saya
- nisatekaje@blogspot.com
- tangerang, banten, Indonesia
- pahami diri sendiri sebelum menilai orang dan sebelum anda banyak bicara :)
puisi
pemirsa
Diberdayakan oleh Blogger.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar